Inovasi Terbaru Dari Korea Selatan: Seoul Ingin Membuat Layanan Publik Berkonsep Metaverse

source gambar : makassar.sindonews.com

Ada yang unik dan menarik dari Korea Selatan. Selain dikenal dengan pusat trendsetter Korean Pop atau Kpop, Korea Selatan juga dikenal negara Asia yang mulai menyusun konsep serba digital. Kali ini, konsep metaverse menjadi pilihan pemerintah Kota Seoul, ibu kota Korea Selatan yang sudah diputuskan sejak awal November 2021 lalu. Pemerintah Kota Seoul merencanakan peluncuran layanan publik dengan konsep tersebut.

Kota Seoul, Korea Selatan tampaknya akan segera mengadopsi konsep metaverse untuk diterapkan ke dalam pelayanan publik mereka. Kata Metaverse diciptakan oleh seorang penulis terkenal Neal Stephenson dalam novelnya yang berjudul Snow Crash pada tahun 1992, yang mana pada novel tersebut menceritakan tentang dunia virtual 3D yang dihuni oleh avatar manusia di dunia nyata.

Metaverse sendiri juga pernah diungkapkan dalam novel karya Ernest Cline yang kemudian diadaptasi menjadi sebuah film di tahun 2018 dengan novel Ready Player One di tahun 2011. Kedua novel tersebut merupakan pencetus asal mula terkenalnya kata Metaverse.

Namun, konsep tersebut diduga diadaptasi oleh pemerintah Kota Seoul dikarenakan munculnya kembali perusahaan Facebook yang mengubah nama menjadi META dengan konsep Metaverse. Meskipun belum ada definisi yang diakui secara universal, namun konsep metaverse ini dapat diartikan sebagai ruang virtual yang tidak memiliki batasan antara dunia nyata dan dunia maya. Interaksi dilakukan seperti nyata dengan ‘avatar’ atau replica virtual diri manusia yang dibuat sedemikian mungkin.

Pemerintah Kota Seoul akan membangun platform dengan metaverse-nya sendiri dimana berupa layanan publik melalui dunia maya. Konsep ini diberi nama sementara dengan Metaverse Seoul dengan menggabungkan permintaan publik dan teknologi swasta.

Platform yang sedang dibangun ini diperkirakan akan dibangun hingga akhir tahun depan menurut Rencana Dasar Metaverse Seoul selama lima tahun, begitu ungkap Park Jong-su, pejabat Seoul yang bertanggung jawab dari proyek ini, seperti berita korea terbaru yang dikutip dari The Korea Herald dan Liputan 6.

Adapun beberapa rencana yang akan diterapkan dalam konsep metaverse ini seperti ekosistem untuk penerapan layanan administrasi kota, ekonomi, budaya, pariwisata, pendidikan, dan pengaduan sipil dalam tiga tahapan.

Proyek masa depan ini diperkirakan bernilai hingga 3,9 miliar won atau setara dengan Rp 46,8 miliar menurut perkiraan kurs saat ini. Proyek milik salah satu visi dari Walikota Seoul Oh Se-hoon ini juga disebut dengan ‘emosional masa depan’ dibawah kebijakan ‘Seoul Vision 2030”.

Selain itu juga, pemerintah setempat berencana membuat kantor umum layanan sipil secara virtual di tahun 2030 dengan konsep penyebutan ‘Metaverse 120 Center’ yang diklaim dapat mempermudah warga setempat untuk berinteraksi langsung dengan avatar pejabat guna menangani keluhan dan konsultasi sipil tanpa harus mendatangi kantor sipil.

Selain layanan masyarakat sipil, ada juga kerjasama yang dilakukan dengan pihak tempat-tempat wisata di Seoul dengan zona khusus pariwisata virtual seperti di daerah Deoksu Palace, Gwanghwamun Square, dan Namdaemun Market.

Tambahan berikutnya berupa informasi sejarah yang menjadi sumber daya sejarah yang sudah lama punah seperti Donuimun Gate yang akan diproduksi ulang dalam ruang virtual. Pemerintah Kota Seoul juga berencana untuk mengadakan festival Seoul lainnya seperti Seoul Lantern Festival yang diselenggarakan di metaverse agar dapat dilihat oleh seluruh orang di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *